Biografi

"Saya ingin jadi bagian sejarah baik musik di Indonesia dan di dunia"

50 Penghargaan baik di bidang musik dan sinematografi, telah TULUS dapatkan di 6 tahun perjalanan musiknya. Berkarya mengusung bendera independensi, TULUS berkarya dibawah naungan TulusCompany, perusahaan yang dia bangun bersama Kakak Kandungnya, Riri Muktamar. TulusCompany selaku label rekaman dan manajemen artis telah merilis 3 kantung album musik untuk TULUS. Semua karya musik yang ada dalam ketiga kantung album musik tersebut adalah hasil karya cipta TULUS sendiri.

Kantung album pertama TULUS dirilis pada akhir tahun 2011, ditanggapi dengan sangat baik dan menerima banyak respon positif dari penikmat musik tanah air. Majalah Rolling Stone Indonesia meletakkan album ini di deretan atas daftar-daftar kantung album terbaik Indonesia pada tahun 2013, memberikan TULUS penghargaan sebagai Rookie of The Year pada tahun tersebut.

Pada awal tahun 2016, TULUS merilis single berjudul Pamit. Pamit adalah single yang merupakan bagian dari kantung album ketiga-nya yang telah dirilis pada Agustus 2016 yaitu Monokrom. Di kantung album ketiga-nya ini, TULUS mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan The City of Prague Philharmonic di Republik Ceko. Ia melakukan sesi rekaman dengan iringan alat-alat musik gesek dari The City of Prague Philharmonic untuk 5 lagu yang ada dalam kantung album tersebut.

TULUS lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia. Ia menyandang gelar sarjana di bidang arsitektur dengan kecintaan yang tidak ada habisnya terhadap musik. Dibesarkan dalam keluarga yang bukan musisi, kesukaannya terhadap keindahan nada telah ada sejak Ia masih sangat kecil. Dulu, Ibu-nya lah yang memperkenalkan TULUS pada berbagai macam jenis musik.

Dalam studinya di bidang arsitektur, Ia menemukan dirinya memiliki ikatan yang sangat kuat terhadap musik itu sendiri. Kendati terlihat kontradiktif, bagi TULUS, musik dan arsitektur memiliki banyak kesamaan yang tidak banyak orang ketahui. Dalam bermusik, Ia mempelajari bagaimana mengapresiasi keindahan sambil mempertahankan struktur dan fungsi dari musik itu sendiri. Begitu juga dalam arsitektur, di mana ketiga aspek diatas (keindahan, struktur, dan fungsi) adalah fondasi utama dalam pekerjaan yang bersifat arsitektural.

Tidak hanya membatasi diri di bidang musik, TULUS, melakukan kolaborasi dengan berbagai macam profesi di luar industri musik. Diantaranya, pembuatan video musik, video dokumentasi, art performance untuk video musik. Davy Linggar, Melati Suryodharmo, dan Papermoon Puppet Theatre adalah 3 diantara banyak nama lain yang penah berkolaborasi dengan TULUS.

Indonesia, menjadi rumah di setiap karya musik TULUS, namun tidak hanya berhenti mempublikasikan karya musik di “rumah”nya saja, terhitung 2015, TULUS telah berekspansi ke Jepang. Langkah awal ekspansi TULUS di Jepang, dimulai dengan merilis lagu berbahasa Jepang ciptaan TULUS untuk pertama kalinya yang berjudul “Kutsu”. “Kutsu” adalah gubahan lagu “Sepatu” dalam versi Bahasa Jepang. Di tahun ketiga perjalanan musik di Jepang, TULUS didaulat sebagai Duta Besar 60 tahun Persahabatan Indonesia – Jepang.

Setelah Jepang, TulusCompany memulai kembali langkah ekspansi pendengar ke negara tetangga, Malaysia. Langkah awal di negara ini dimulai dengan diluncurkannya secara resmi album Monokrom dan juga menggandeng Shiraz Project sebagai representatif dari TulusCompany.

Tidak hanya negara Jepang, dan Malaysia, tapi negara Singapura, dan juga Brunei Darrusalam akan menjadi tujuan ekspansi pendengar karya musik TULUS selanjutnya.